Untuk mu laki-laki yang menjadi pilihan hati ku..
“ingatkah
kamu saat pertama kali kita bertemu?”
Ketika itu adalah tahun baru, saat itulah pertama kali kita
bertemu. Dengan berani kau menegurku dan mengajak ku berkenalan.
Hari pun mulai semakin larut, dan kamu mengantar ku untuk
pulang. Entah kenapa di antara banyak pria yang ingin mengantar ku, justru kamu
lah yang menjadi pilihan ku.
Tak hanya sampai di situ, perkenalan kita ternyata masih
berlanjut..
Esok pagi nya kita saling bertegur sapa melalui handphone.
Pesan mu yang selalu masuk ke handphone ku membuat ku tertawa karena betapa
terlihat kita sedang mencoba untuk mendekat. Kamu yang selalu mengirimi ku
pesan singkat mu membuat ku merasa jika kamu menyukai ku. Mungkin terlalu
percaya diri sampai aku berani untuk berfikir seperti itu, tapi semua wanita
pasti bisa membedakan antara laki-laki yang hanya sebagai teman ataupun ingin
lebih dari sekedar teman.
Setelah pertemuan pertama kita, akhirnya kita bertemu lagi. Di
pantai kita mencoba untuk saling lebih mengenal satu sama lain. Pertanyaan
konyol mu membuat aku tertawa. Bagaimana tidak, karena kamu menanyai ku tentang
hubungan ku dengan laki-laki lain. Itu membuat mu sangat terlihat jika kamu
ingin memastikan bahwa hanya kamu yang sedang dekat dengan ku.
“apa kamu
benar-benar tak memiliki kekasih?”
Untuk pertama kalinya kamu mengajak ku berkenalan dengan
keluargamu, padahal saat itu aku bukanlah kekasihmu..
Sungguh tak menyangka jika kamu secepat ini memperkenalkan ku pada keluarga mu. Bukan hanya sekedar ayah dan ibu mu, tapi justru keluarga besarmu. Itulah pertama kalinya aku bertemu dengan keluarga laki-laki lagi setelah dahulu aku pernah merasakan sakit karena laki-laki lain.
Jujur saja, aku tak bisa membohongi jika aku sangat senang.
Perlahan pikiran ku pun tertuju pada mu. Dengan hati masih ragu aku mencoba
untuk membuka hati ku pada mu. Sungguh tak ada kata lain selain aku sangat suka
dengan cara mu ini.
Meskipun aku tak pantas untukmu, maukah kamu memberikan ku
kesempatan untuk menjadi yang terbaik untuk mu??
“Perasaan ku semakin tumbuh ketika kamu senantiasa selalu ada disamping ku. Dengan cara mu yang membuat ku merasa begitu spesial, hatiku pun luluh dan serasa ingin mendekapmu lebih dalam”
Aku hanya lah seorang wanita yang penuh dengan kekurangan.
Hadirmu di hidup ku seperti suatu keajaiban untuk ku. Disaat aku terpuruk dan
merasa sendiri, kamu tetap disamping ku untuk mendampingi.
Perlahan aku mulai memperhatikan caramu memperlakukan ku. Dan
ketika saatnya kamu menyatakan cinta, tanpa berfikir panjang aku langsung
mengiyakan nya. Sungguh terasa luar biasa aku menjadi pasangan mu sekarang ini.
Begitu bahagia yang aku rasakan ketika aku bersama mu. Dan semoga hal itu akan
terus sama sampai akhirnya.
Menjalani hari-hari bersama mu tak pernah membuat ku merasa
bosan. Dengan cara yang sederhana kamu mampu membuat ku merasa bahagia
Dengan cara makan mu yang tak ada jaim nya, membuat ku merasa lucu ketika memperhatikan mu. Begitu mudah kau menjadi diri sendiri ketika di samping ku, begitu menyenangkan menatapmu yang tanpa malu menunjukan setiap sisi mu itu.
Perlahan tapi pasti, itu lah yang kamu lakukan pada ku.
Perlahan kamu memberitahuku bagaimana sikap dan sifat asli mu, bagaimana acuh
dan cuek nya kamu suatu saat nanti, bagaimana kamu akan sibuk dengan pekerjaan
mu yang akan membuatku merasa di lupakan. Tapi aku mengatakan bahwa aku sanggup
melalui semua itu, asalkan perasaan dan hati kita tetap sama dan selalu saling
mencinta.
Meskipun kamu sekarang lebih sering sibuk dengan pekerjaan mu,
tapi aku akan selalu setia disamping mu
“sesibuk apapun aku, kamu tetap prioritas utama ku. Dan jika aku sibuk, itu karena perkerjaan bukan karena yang lain. Aku butuh kerja dan aku juga butuh kamu”
Sesibuk apapun kamu, kamu telah memperingatkan ku di awal
hubungan kita. Bagaimana pun keadaannya kesetiaan lah yang paling utama. Dengan
seluruh hati yang aku curahkan pada mu, maka aku akan menjamin kesetiaan yang
tulus untuk mu.
Aku tak akan mengganggu pekerjaanmu, aku akan membiarkan mu
bersama dengan semua kesibukanmu. Cukup aku menjadi tempat untuk mu
beristirahat ketika kamu lelah dengan semua kegiatanmu, aku akan menjadi teman
yang akan membuat mu tersenyum kembali setelah kamu merasakan betapa beratnya
hidup ini.
Kamu adalah pilihanku, baik dan buruk mu adalah sesuatu yang
akan melengkapi hidup ku
“aku adalah seseorang yang akan mempertahankan apa yang telah aku mulai. Aku akan tetap menjaga hati untuk satu nama yang telah aku pilih, yaitu “kamu”
Percayakah kamu dengan takdir? Anggap saja Tuhan memberikan mu
emosi dan aku di beri kesabaran untuk menghadapi mu. Percayakah kamu jika Tuhan
menciptakan semua nya untuk saling melengkapi? Anggap saja kita bersama
sekarang ini karena Tuhan ingin kita untuk saling melengkapi, untuk saling
mengisi dan menerima semua kekurangan dan kelebihan diri kita. Lalu apakah kita
akan masih merasa kekurangan jika kita sudah saling melengkapi seperti itu?
Sungguh tujuanku hanyalah bisa menjadi seorang yang sabar menghadapi semua
sikap mu dan bisa menjadi yang terbaik untukmu.
Entah mengapa bersama mu aku merasa mampu menghadapi semua
nya. Cinta mu memberi ku kekuatan untuk mempertahankan semua nya. Meskipun akan
ada waktu dimana kita akan saling menyakiti tapi aku harap kita akan tetap
bersama dan bertahan demi masa depan kita. Bersama mu membuat aku yakin bahwa
kamu lah yang aku inginkan untuk menjadi pasangan ku hingga menua nanti.
